MAKALAH
TEKNOLOGI INFORMASI DAN
KOMUNIKASI
DALAM PEMBELAJARAN
Dosen Pengampu : Prof.
Dr. Budi Murtiyasa
Disusun untuk memenuhi
tugas Mata Kuliah :
Statistika
dan Komputer Pendidikan
Oleh
:
Nama : GUNTUR
BAWANA
NIM : Q 100
140 024
Kelas : I B
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
PENDIDIKAN
PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2014
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Di era
globalosasi sekarang teknologi berkembang sangat pesat. Penguasaan Teknologi
Informasi dan Komunikasi (TIK) atau secara internasional dikenal dengan istilah
ICT (Information and Communication Technology) sangat penting di era
globalisasi saat ini. Perkembangan teknologi sekarang mencolok pada penggunaan
teknoogi komputer. Penggunaan komputer untuk mengakses, mengolah, dan
menyajikan informasi, baik secara individu maupun kelompok, intra network
(intranet) maupun internasional network (internet), merupakan
kebutuhan primer di era digital. Survey di Amerika Serikat memperlihatkan bahwa
pelajar, termasuk mahasiswa, di era abad 21 ini memperlihatkan perubahan sikap.
Perubahan sikap yang nyata adalah penguasaan dan penerapan teknologi informasi
dan komunikasi khususnya internet oleh pelajar dalam aktivitas keseharian amat
dominan. Paling tidak 76% dari setiap pelajar percaya bahwa TIK / ICT akan
membantu mereka dalam kegiatan pembelajaran dan oleh karenanya berpendapat
bahwa lembaga pendidikan harus memiliki fasilitas dan trend penggunaan TIK /
ICT dalam aspek pembelajaran.
Pesatnya
perkembangan TI, khususnya internet, memungkinkan pengembangan layanan
informasi yang lebih baik dalam suatu institusi pendidikan. ICT di pembelajaran
baik siswa maupun mahasiswa bertujuan untuk mendukung penyelenggaraan
pendidikan, sehingga tenaga pendidikan dapat menyediakan layanan informasi yang
lebih baik kepada komunitasnya, baik didalam maupun diluar tenaga pendidikan
tersebut melalui internet. Layanan pendidikan lain yang bisa dilaksanakan
melalui sarana internet yaitu dengan menyediakan materi pelajaran maupun kuliah
secara online dan materi tersebut dapat diakses oleh siapa saja yang
membutuhkan.
Penerapan
TIK / ICT memiliki keunggulan tersedianya informasi secara luas, cepat, dan
tepat, adanya kemudahan dalam proses pembelajaran dan dukungan teknologi untuk
memudahkan proses belajar mengajar. Penerapan TIK / ICT juga memiliki
keunggulan khas yaitu tidak terbatasi oleh tempat dan waktu. Pemerintah melalui
Departemen Pendidikan Nasional juga telah merespon keadaan di atas dan adanya
era informasi ini dengan merumuskan kebijakan peningkatan akses, efisiensi,
efektivitas dan kualitas pendidikan serta manajemen pendidikan dengan
implementasi ICT.
Hal ini
merupakan salah satu faktor yang mengharuskan pengembangan ICT dalam dunia
pendidikan di Indonesia. Agar kualitas sumber daya manusia Indonesia yang
merupakan produk dari pendidikan itu semakin baik dan dapat bersaing dalam
dunia yang berbasiskan teknologi. Oleh sebab itu Depertemen Pendidikan Nasional
melalui PUSTEKKOM melakukan pengembangan terus menerus terhadap ICT untuk dunia
pendidikan di Negeri ini. Untuk melihat hal ini lebih luas lagi, maka dalam
makalah ini akan dibahas tentang penggunaan ICT dalam dunia pembelajaran di
Indonesia.
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Teknologi
Informasi dan Komunikasi
Teknologi
Informasi dan Komunikasi (TIK), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan
istilah Information and Communication
Technologies (ICT), adalah terminologi yang mencakup seluruh peralatan
teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu
teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi
segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu,
manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah
segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan
mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu,
teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak
terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas
yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan,
pemindahan informasi antar media.
Istilah TIK
muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras
maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad
ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang
teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai
perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.
TIK menjadi
simbol kemajuan bagi sebuah bangsa, maka tak heran kalau TIK menjadi mata
pelajaran yang harus dikuasai oleh pelajar saat ini. TIK menjadi sesuatu yang
mutlak untuk dikuasai untuk mengejar ketertinggalan teknologi bangsa Indonesia.
Bahkan di berbagai lembaga pendidikan saat ini pasti akan memprioritaskan dan
menambah pelajaran TIK dalam jadwal pelajarannya serta memperbanyak media-media
yang membantu pengembangan pembelajaran. Perkembangannya yang sangat cepat dan
pesat menuntut semua komponen lembaga pendidikan harus mampu mengejarnya, tak
terkecuali tenaga pendidik.
Kehadiran
TIK akan memperkuat model pembelajaran yang berpusat pada pelajar di samping
yang sudah berkembang secara konvensional. Ini sebagaimana diramalkan oleh
Wrigley bahwa pada saatnya ketika datang era informasi, peran tenaga pendidik
akan berkurang seiring makin pesatnya penggunaan komputer berbasis jaringan
sebagai sumber ilmu pengetahuan. Kehadiran TIK bagi sebagian kalangan akan
memberi jawaban terhadap persoalan pendidikan, misalnya menambah kekayaan media
pembelajaran dari yang sudah ada. sementara menurut penelitian dari PBB,
Indonesia menempati urutan ke 106 dari 180 negara yang disurvay dalam hal
penggunaan IT. Namun penelitian di Amerika sendiri menyatakan bahwa di negara
pusat teknologi ini juga tidak merata dalam penggunaan IT dalam pendidikan.
Dalam
menghadirkan fungsi teknologi asas praktis, efektif dan efisien menjadi acuan
acuan utama. Artinya kalau kehadirannya justru menyulitkan dan menambah beban
materi dan waktu maka kehadiran TIK justru tidak ada gunanya. Namun rasanya hal
ini tidak akan terjadi di era informasi ini. Di mana perangkat komunikasi nirkabel
sudah merambah sampai ke pelosok pedesaan. Kehadiran teknologi ini harus
digunakan sebaik-baiknya dengan pengelolaan yang tepat. TIK yang sudah menyatu
kehadirannya dengan masyarakat menjadi sesuatu yang harus dimuati nilai baik.
Maka tugas tenaga pendidik untuk menangkap kehadiran TIK ini menjadi sesuatu
yang positif dan berdaya guna bahkan menjadi bernilai ekonomis (ergonomis).
Sedangkan
UNESCO mengklasifikasikan penggunaan ICT untuk pembelajaran dalam empat tahap
yaitu: emerging, applying, integrating, transforming. Tahap emerging yaitu,
tahap ketika baru menyadari akan pentingnya kehadiran ICT dalam pembelajaran
dan belum menerapkannya. Ini yang nampaknya banyak terjadi di Indonesia
(mungkin juga di kelas ini). Kemudian yang kedua adalah tahap applying, yaitu
tahap yang lebih maju di mana ICT telah dijadikan sebagai objek kajian dan
pelajaran di berbagai lembaga pendidikan. Tahap ini juga sudah dilalui oleh
lembaga pendidikan saat ini sebagaimana dipaparkan dalam pendahuluan. Yang
ketiga yaitu tahap integrating, di mana ICT sudah diintegrasikan dalam
pembelajaran atau dalam kurikulum. Tahap ini nampaknya baru banyak berjalan
untuk pertenaga pendidikan tinggi saja. Sedangkan tahap transforming yaitu
tahap paling ideal di mana ICT telah benar-benar menjadi perangkat yang
digunakan dalam pembelajaran sehingga menjadi basis perubahan lembaga
pendidikan. Ini meliputi pengaplikasian ICT, baik dalam pembelajaran maupun
dalam administrasinya.
UNESCO juga
merumuskan tentang tujuan dari pengintegrasian ICT dalam kelas untuk; pertama,
membangun “Knowledge-Based Society Habits”, seperti kemampuan dalam problem
solving, mengkomunikasikan dan mengolah informasi itu sendiri menjadi
pengetahuan baru. Kedua, untuk mengembangkan ketrampilan menggunakan ICT dan
ketiga, untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses pembelajaran.
2.
Prinsip
Penggunaan ICT dalam Pembelajaran Kelas
Secara umum
dengan terintegrasikannya kelas dengan ICT maka sangat dimungkinkan bahwa kelas
bisa dibawa ke kancah global. Kelas bisa terhubung tanpa sekat dengan kelas
yang lain, bahkan “dunia lain”. Dengan demikian pembatasan dan konsepnya harus
jelas. Untuk apakah penggunaan ICT dalam kelas? Apakah akan belajar menggunakan
ICT ataukah Menggunakan ICT untuk belajar? Idealnya tentu adalah bagaimana memanfaatkan
ICT untuk belajar.
Prinsip umum
penggunaan teknologi, dalam hal ini ICT, adalah sebagai berikut:
a.
Efektif dan efisien. Penggunaan ICT
harus memperhatikan manfaat dari teknologi ini dalam mengefektifkan belajar,
meliputi perolehan ilmu, kemudahan dan keterjangkauan, baik waktu maupun biaya.
Dengan demikian, penggunaan ICT yang justru membebani akan berakibat tidak
berjalannya pembelajaran secara efektif dan efisien.
b.
Optimal. Dengan menggunakan ICT,
minimal pembelajaran menjadi bernilai “lebih” dari pada tanpa menggunakannya.
Nilai lebih yang diberikan ICT adalah keluasan cakupan, kekinian (up to date),
kemodernan dan keterbukaan.
c.
Menarik. Artinya dalam prinsip ini,
pembelajaran di kelas akan lebih menarik dan memancing keingintahuan yang
lebih. Pembelajaran yang tidak menarik dan memancing keingintahuan yang lebih
akan berjalan membosankan dan kontra produktif untuk pembelajaran.
d.
Merangsang daya kreatifitas berpikir
pelajar.
Dengan
menggunakan ICT tentu saja diharapkan pelajar mampu menumbuhkan kreativitasnya
dengan maksimal yang terdapat di dalam diri mereka. Seorang anak yang mempunyai
kretaivitas tinggi tentunya berbeda dengan pelajar yang mempunyai kreativitas
rendah. Pelajar yang mempunyai kreativitas tinggi tentunya akan mampu
menyelesaikan permasalahan dengan cepat dan tanggap terhadap permasalahan yang
muncul. Sedangkan pelajar yang berkreativitas rendah terlihat kurang menanggapi
permasalahan dalam pembelajaran. Pelajar yang kurang kreativitas tidak akan
bisa dengan cepat menyelesaikan tugas, dan apabila kesulitan dalam membuat
tugas pelajar tersebut terlambat reaksinya untuk bertanya kepada orang lain.
Dengan
demikian tujuan ICT akan sejalan dengan tujuan pendidikan itu sendiri ketika
digunakan dalam pembelajaran. Penggunaan ICT tidak justru menjadi penghambat
dalam pembelajaran namun akan memberikan manfaat yang lebih dalam pembelajaran.
3.
Penggunaan
ICT dalam Pengajaran dan Pembelajaran
a.
Tutorial
ICT digunakan untuk pembelajaran tutorial apabila
digunakan untuk menyampaikan informasi/pelajaran berdasarkan urutan-urutan yang
telah ditetapkan.
Pembelajaran tutorial meliputi :
Ø Pembelajaran
ekspositori yaitu penjelasan terperinci.
Ø Demonstrasi
dan latihan.
b.
Eksplorasi
Penggunaan
ICT untuk pembelajaran berlaku apabila ICT digunakan sebagai media untuk
:
Ø
Mencari dan mengakses informasi dari
internet.
Ø
Melihat demonstrasi sesuatu
kejadian sesuai urutan dengan software dan hardware.
c.
Alat aplikasi.
ICT
dikatakan sebagai alat aplikasi apabila membantu murid melaksanakan tugas,
Contoh : membuat dan menganalisa diagram dalam pelajaran matematika.
d.
Komunikasi.
ICT
dikatakan sebagai alat untuk memudahkan komunikasi antara tenaga pendidik
dengan murid dalam mengirim,dan menerima informasi.
4.
Penerapan
ICT dalam Pendidikan
a.
Buku Elektronik
Buku elektronik atau e-book adalah salah satu
teknologi yang memanfaatkan komputer untuk menayangkan informasi multimedia
dalam bentuk yang ringkas dan dinamis. Dalam sebuah e-book dapat diintegrasikan
tayangan suara, grafik, gambar, animasi, maupun movie sehingga informasi yang
disajikan lebih kaya dibandingkan dengan buku konvensional. Jenis e-book paling
sederhana adalah yang sekedar memindahkan buku konvensional menjadi bentuk
elektronik yang ditayangkan oleh komputer. Dengan teknologi ini, ratusan buku
dapat disimpan dalam satu keping CD atau compact disk (kapasitas sekitar
700MB), DVD atau digital versatile disk (kapasitas 4,7 sampai 8,5 GB) maupun
flashdisk (saat ini kapasitas yang tersedia sampai 16 GB). Bentuk yang lebih kompleks
dan memerlukan rancangan yang lebih cermat misalnya pada Microsoft Encarta dan
Encyclopedia Britannica yang merupakan ensiklopedi dalam format multimedia.
Format multimedia memungkinkan e-book menyediakan tidak saja informasi tertulis
tetapi juga suara, gambar, movie dan unsur multimedia lainnya. Penjelasan
tentang satu jenis musik misalnya, dapat disertai dengan cuplikan suara jenis
musik tersebut sehingga pengguna dapat dengan jelas memahami apa yang dimaksud
oleh penyaji.
b.
E-learning
Beragam definisi dapat ditemukan untuk e-learning.
Victoria L. Tinio, misalnya, menyatakan bahwa e-learning meliputi pembelajaran
pada semua tingkatan, formal maupun nonformal, yang menggunakan jaringan
komputer (intranet maupun ekstranet) untuk pengantaran bahan ajar, interaksi,
dan/atau fasilitasi. Untuk pembelajaran yang sebagian prosesnya berlangsung
dengan bantuan jaringan internet sering disebut sebagai online learning.
Definisi yang lebih luas dikemukakan pada working paper SEAMOLEC, yakni
e-learning adalah pembelajaran melalui jasa elektronik. Meski beragam definisi
namun pada dasarnya disetujui bahwa e-learning adalah pembelajaran dengan
memanfaatkan teknologi elektronik sebagai sarana penyajian dan distribusi
informasi. Dalam definisi tersebut tercakup siaran radio maupun televisi
pendidikan sebagai salah satu bentuk e-learning. Meskipun radio dan televisi
pendidikan adalah salah satu bentuk e-learning, pada umumnya disepakati bahwa
e-learning mencapai bentuk puncaknya setelah bersinergi dengan teknologi internet.
Internet-based learning atau web-based learning dalam bentuk paling sederhana
adalah website yang dimanfaatkan untuk menyajikan materi-materi pembelajaran.
Cara ini memungkinkan pembelajar mengakses sumber belajar yang disediakan oleh
narasumber atau fasilitator kapanpun dikehendaki. Bila diperlukan dapat pula
disediakan mailing list khusus untuk situs pembelajaran tersebut yang berfungsi
sebagai forum diskusi. Fasilitas e-learning yang lengkap disediakan oleh
perangkat lunak khusus yang disebut perangkat lunak pengelola pembelajaran atau
LMS (learning management system). LMS mutakhir berjalan berbasis teknologi
internet sehingga dapat diakses dari manapun selama tersedia akses ke internet.
Fasilitas yang disediakan meliputi pengelolaan siswa atau peserta didik,
pengelolaan materi pembelajaran, pengelolaan proses pembelajaran termasuk
pengelolaan evaluasi pembelajaran serta pengelolaan komunikasi antara
pembelajar dengan fasilitator-fasilitatornya. Fasilitas ini memungkinkan
kegiatan belajar dikelola tanpa adanya tatap muka langsung di antara
pihak-pihak yang terlibat (administrator, fasilitator, peserta didik atau
pembelajar). ‘Kehadiran’ pihak-pihak yang terlibat diwakili oleh e-mail, kanal
chatting, atau melalui video conference.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Teknologi
Informasi dan Komunikasi (TIK), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan
istilah Information and Communication
Technologies (ICT) merupakan media atau bantu untuk melakukan kegiatan
seperti pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi.
ICT mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. ICT
sangat diperlukan dalam pembelajaran di era sekarang ini. Dengan
prinsip penggunaan ICT yang efektif dan efisien, optimal, menarik, dan merangsang
daya kreativitas, ICT menjadi salah satu media pembelajaran yang banyak
digunakan di berbagai bidang pendidikan karena meningkatkan efektifitas dan
efisiensi dalam proses pembelajaran. Penggunaan ICT dalam pembelajaran antara
lain sebagai tutorial, eksplorasi, alat aplikasi, dan komunikasi.
Sedangkan penerapan ICT dalam dunia pendidikan adalah berupa buku elektronik
dan e-learning.
DAFTAR
PUSTAKA
Amin,
Syed. Noor. Journal: An effective use of
ICT for Education and Learning on Worldwide Knowledge, Research, and
Experience. University of Kashmir.
Aristovnik,
Aleksander. (2012) Journal: The Impact of
ICT on Educational Performance and It’s Efficiency in Selected EU and OECD
Countries: A Non-Parametric Analysis. University of Ljubljana.
Khirwadhar,
Anjali. Journal: Integration of ICT in
Education: Pedagogical Issues. University of Baroda. India.
Rosenberg, M. J. (2001) E-learning: Strategies for Delivering Knowledge in the Digital Age. New
York: McGraw-Hill.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar